Sabtu, 02 Juli 2011

Kisah DANIEL (Tokoh Alkitab)

Daniel 1 : Di Istana Babel
                Pada tahun yang ketiga pemerintan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar. Lalu dibawanya semuanya ke rumah dewanya, dan perkakas-perkakas itu dibawanya juga ke dalam pembendaharaan dewanya.
                Nebukadnezar memerintakan Aspenas (kepala istananya) untuk membawa orang-orang Israel yang masih muda dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan dan orang-orang yang baik, memahami berbagai hikmat, berpengetahuan banyak untuk bekerja dalam istana raja, dan mereka diajari tulisan dan bahasa Kasdim. Orang-orang Israel itu dididik selam tiga tahun lamanya, dan setelah itu mereka harus bekerja / mengabdi kepada raja Nebukadnezar.
                Diantara orang-orang itu, ada empat orang Yehuda, yang bernama Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.  Pemimpin pegawai istana raja memberi nama lain pada keempat orang Yehuda itu, yaitu : Daniel diberi nama Beltsazar, Hananya diberi nama Sadrakh, Misael diberi nama Mesakh,  dan Azarya diberi namaAbednego. Daniel meminta kepada pegawai istana supaya tidak memberinya santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. Tetapi pemimpin pegawai itu sedikit ragu karena takut kalau raja melihat Daniel kurang sehat dari orang-orang muda yang lainnya, sehingga dia akan dipersalahkan ( ay : 10). Kemudian Daniel berkata kepada pemimpin istana itu : “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesuadah itu bandingkanla perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.” ( ay 11-12). Lalu pegawai itu pun melakukan yang diperintahkan oleh Daniel, setelah lewat sepuluh hari, ternyata kelihatan lebih gemuk dari pada orang-orang muda yang lainnya.
                Allah memberikan kepada Daniel dan teman-temannya pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat, Daniel mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
                Setelah tiga tahun dididik, mereka menghadap raja Nebukadnezar untuk bercakap-cakap, dan diantara mereka sekalian Raja tidak mendapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya, karena itu maka Raja menetapkan mereka untuk bekerja di istananya. Daniel ada di istana raja Nebukadnezar sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.






Daniel 2 : Mimpi Nebukadnezar
                Nebukadnezar bermimpi dan karena mimpinya itu hatinya menjadi gelisah dan dia pun tidak bisa tidur. Raja itu pun memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk mengartikan mimpinya itu. Raja akan memenggal-menggal orang-orang yang tidak memberitau makna dari mimpinya itu dan rumahnya akan dihancurkan. Setelah Raja menceritakan mimpinya kepada orang-orang pintar itu, tidak seorangpun yang mengetahui makna mimpi Raja tersebut, Raja pun menjadi marah dan geram, ia memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel.
                Ketika titah itu keluarkan, maka Daniel dan teman-temannya juga terancam akan dibunuh. Maka Daniel menghadap raja dan meminta supaya dia diberi waktu untuk memberitahukan makna mimpi itu kepada raja. Daniel memberitahukan kepada teman-temnnya tentang hal itu, maka mereka memohon belas kasihan Allah, mereka berdoa supaya Allah memberi hikmat dan pengetahuan kepada mereka tentang mimpi raja Nebukadnezar.
                Sesudah itu pergilah Daniel kepada Ariokh(pembesar raja) yang telah ditugaskan untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel, Daniel melarang Ariokh membunuh mereka dan meminta Ariokh membawa mereka mengadap raja supaya memberitahukan raja makna dari mimpinya. Merekapun bertemu dengan raja Nebukadnezar.
                Bertanyalah Nebukadnezar kepada Daniel apakah ia mampu memberitahukan arti/makna  mimpinya itu, Daniel menjawab sang raja, katanya : “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitaukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. (ay 27-28).
                Makna dari mimpi raja Nebukadnezar adalah : Sesudah ada kerajaan dari Nebukadnezar akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan Nebukadnezar, kemudian suatu kerajaan lagi, yaitu kerajaan yang ketiga dari tembaga, kerajaan itu akan berkuasa atas seluruh bumi.Muncul lagi kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya, kerajaan itu terbagi, ada yang keras seperti batu, tetapi ada yang rapuh seperti tanah liat. Mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
Pada zaman raja-raja, Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa yang lain; kerjaan itulah yang akan meremukkan dan menghabisi segala kerajaan, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap sampai selama-lamanya.
Setelah mendengar makna mimpi itu, sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel, dia mempersembahkan korban dan wewangian kepadanya. Kepada Daniel dianugerahinyalah banyak pemerian-pemberian yang besar, Daniel dibuat menjadi penguasa atas seluru wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana. Raja juga menuruti permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahaan wilayah Babel kepada teman-temannya yaitu Sadrak, Mesakh dan Abednego, sedangkan  Daniel sendiri tetap tinggal di istana itu.
Daniel 3 : Perapian yang menyala-nyala
Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta, patung itu didirikan di dataran Dura. Raja menyuruh orang mengumpulkan wakil raja, penguasa, bupati, penasihat Negara, bendahara, hakim, ahli hukum dan semua kepala daerah yang ada di wilayah Babel  untuk menghadiri pentahbisan patung itu, maka mereka pun memenuhi undangan sang raja dan mereka datang.
Seorang bentara dengan suara yang nyaring menyampaikan perintah raja kepada mereka, yaitu supaya mereka sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar, demi kamu yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, bagi siapa yang tidak menyembahnya, akan dicampakkan seketika itu juga kedalam perapian yang menyala-nyala.
Ada beberapa orang Kasdim yang menuduh orang Yahudi, mereka memberitahu kepada raja bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak mengindahkan titah sang raja, mereka tidak memuja dewa dan tidak menyemba patung emas yang telahh didirikan. Raja Nebukadnezar menjadi marah dan geram, dia memerintahkan supaya dibawakan kepadanya Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap kepadanya. Raja menanyakan kepada mereka apakah benar mereka tidak menyembah dewa dan patung yang telah dibuatnya?  Jika kamu tidak menyembahnya, maka kamu akan dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala, dan dewa manakah yang dapat melepaskanmu? Mereka menjawab pertanyaan sang raja dengan berkata : “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu”(ay 17-18)
Raja Nebukadnezar menjadi marah, lalu diperintahkannya supaya dibuat perapian yang panasnya tujuh kali lipat dari biasa, dititahkannya para tentara untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Karena titah raja itu sangat keras maka perapian itupun dipanaskan sampai panas yang luar biasa, sehingga membakar orang-orang yang mengangkat mereka ke atas, sedangkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jatuh ke dalam perapian dengan terikat.
Raja Nebukadnezar terbangun dan terkejut, dia heran Karena melihat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu, mereka tidak terluka sedikitpun. Lalu raja mendekati pintu perapian itu dan menyuruh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari sana. Mereka keluar, dan banyak orang yang menyaksikan bahwa tubu mereka tidak mempan dengan api, bahkan rambut mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, dan tidak ada bau kebakaran.
Raja Nebukadnezar berkata : “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya untuk melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepadaNya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka”(ay 28). Lalu raja mengeluarkan perintah bahwa setiap orang yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan. Raja memberikan juga kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego kedudukan tinggi di wilayah Babel.


Daniel 4 : Nebukadnezar Meninggikan Diri Dan Direndahkan
Raja Nebukadnezar mendapatkan mimpi yang mengejutkan dan khayalan ditempat tidurnya dan penglihatan-pengliatan yang membuat dia gelisah. Maka ia mengeluarkan titah, supaya semua orang bijaksana di Babel harus menghadap dia, dan memberitahukan makna mimpi itu. Kemudian orang-orang itupun datang dan tidak ada yang dapat memberitahukan maknanya kepada raja. Akhirnya Daniel yang diberi nama Beltsazar(nama dewa) yang penuh dengan roh para dewa yang kudus datang menghadap raja Nebukadnezar.
Mimpi raja ialah : Ditengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh  bumi. Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; dibawahnya binatang-binatang dipadang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannnya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya. Kemudian nampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit dan berseru dengan nyaring, katanya : Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanla buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung daari dahannya! Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal didalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang. Biarlah hati manusia berubah dan diberikan kepada hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu.
Lalu berdirilah Daniel, dia memberitahu makna mimpi itu kepada sang raja. Dia mengatakan bahwa pohon itu adalah raja, raja yang bertambah besar dan kuat, yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi. Tetapi raja akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal raja akan ada diantara binatang-binatang di padang; kepada raja akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan raja akan dibasai dengan embun dari langit; demikianlah berlaku atas raja sampai tujuh masa berlalu, hingga raja mengakui bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Kerajaan akan kembali ketangan raja apabila raja mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan.
Daniel menasihati raja Nebukadnezar supaya raja melepaskan dirinya dari dosa dengan melakukan keadilan, dan dari kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas, supaya kebahagiaan raja akan dilanjutkan.
Semua yang dikatakan Daniel tentang makna mimpi itu terjadi karena setelah lewat dua belas bulan, ketika raja sedang berjalan-jalan diatas istana Babel, ia menyombongkan dirinya. Maka terdengarla suara dari langit yang berkata : “Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu aka nada diantara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah terjadi atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.!(ay 30-32).
Pada saat itu juga terjadilah perkataan itu atas Nebukadnezar, tetapi setelah waktu yang ditentukan Nebukadnezar menengadah ke langit, dan akal budinya kembali lagi kepadanya. Ia pun memuji dan memuliakan Yang Mahatinggi dan membesarkan Allah. Nebukadnezar memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan orang yang berlaku congkak.

Daniel 5 : Tulisan di Dinding
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang dihadiri seribu orang dan dihadapan mereka ia minum-minum anggur sehingga ia mabuk, dalam kemabukannya itu dia menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar (ayahnya), supaya raja dan para pembesarnya, para isteri, dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian diambillah perkakas itu, lalu raja dan para isteri, para gundik serta pembesarnya minum dari perkakas itu. Mereka memuji dewa-dewa yang dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
Pada saat itu, tampaklah ada jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, dan raja pun melihat punggung tangan yang menulis itu. Raja menjadi pucat, pikirannya gelisah. Berserulah ia dengan keras, supaya orang-orang bijaksana yang ada di Babel datang, dan siapa saja yang dapat membaca tulisan itu dan memberitahukan maknanya maka akan diberikan pakaian dari kain ungu, dan diberi kalung emas, serta akan diberi kekuasaan menjadi orang ketiga di dalam kerajaannya. Tetapi tidak ada seorangpun dari antara orang-orang bijaksana itu yang mampu meberitahukan makna tulisan di dinding itu, raja menjadi pucat, para pembesarnya juga terperanjat.
Permaisuri masuk ke dalam ruang perjamuan, dia menghibur sang raja supaya tidak gelisah dan permaisuri memberitahu bahwa ada seorang yang penuh dengan roh dewa yang kudus, orang yang dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, orang itu adalah Daniel yang dinamai Beltsazar oleh ayahnya raja Nebukadnezar.
Daniel dibawa menghadap raja, ia menyatakan maksudnya yaitu supaya Daniel membaca tulisan di dinding itu dan memberitaukan makna tulisan itu, jika Daniel dapat memberitahukan maknanya, maka Daniel akan mengenakan kain ungu dan diberi kalung rantai emas, dan Daniel akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga di kerajaan sang raja.Setelah itu Daniel meminta raja supaya hadiah yang akan diberikan kepadanya itu deberi kepada orang lain! Dia menjelaskan segala sesuatu yang pernah terjadi terhadap raja Nebukadnezar, yang meninggikan hatinya, tetapi menjadi direndahkan Allah.
Daniel memberitahu kesalahan raja Belsyazar yaitu raja telah menitahkan orang untuk mengambil  perkakas yang ada di bait Yang Berkuasa, lalu raja dan para pembesarnya, isteri, para gundik minum anggur dari perkakas itu, raja memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak melihat atau mendengar atau mengetahui, dan raja tidak memuliakan Allah, yang berkuasa atas hidup dan menentukan segala jalan raja. Karena itulah Allah menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan di dinding itu.
Tulisan itu isinya : Mene, mene, tekel ufarsin. Maknanya adalah : Mene = masa pemerintahan raja dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel = raja ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres = kerajaan akan pecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.
Raja Belsyazar memberikan hadiah itu kepada Daniel karena telah memberitaukan makna dari tulisan itu, Daniel diangkat menjadi orang ketiga yang mempunyai kekuasaan di kerajaannya. Tetapi pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim tersebut.

Daniel 6 : Gua Singa
Darius orang Media, menjadi pemerintah ketika umurnya  enam puluh dua tahun. Ia mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya, daingkat pula tiga pejabat tinggi, dan salah satunya adalah Daniel, kepada mereka para wakil-wakil raja memberi pertanggungjawaban, supaya raja tidak dirugikan. Daniel melebihi para pejabat tinggi yang lain dan para wakil raja, karena Daniel memiliki roh yang luar biasa; raja bermaksud untuk menempatkan Daniel atas seluruh kerajaannya.
Para pejabat tinggi dan wakil raja cemburu, mereka mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, usaha mereka gagal karena mereka tidak menemukan kesalahan Daniel. Para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja dan berkata supaya raja mengeluarkan larangan untuk menyembah dewa lain kecuali kepada raja dan membuat surat perinta yang tetap, menurut undang-undang orang Media dan orang Persia, kalau ada yang melanggar maka akan dilemparkan ke dalam gua singa. Maka raja Darius pun mengikuti perkataan mereka dan membuat surat perintah dengan larangan itu.
Daniel mendengar hal itu, pergilah ia kerumahnya, dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang menghadap Yerusalem, disitu ia berlutut, berdoa serta memuji Allah, seperti yang biasa dilakukannya. Orang-orang itu masuk ke rumah Daniel dan melihat Daniel berdoa, mereka segera menghadap raja dan memberitahu kepada raja bahwa Daniel tidak mengindahkan perkataan raja, ia tiga kali sehari berdoa. Mendengar itu raja menjadi sedih, raja mencari jalan untuk melepaskan Daniel, dia berusaha untuk menolong Daniel. Tetapi orang-orang itu tetap menghadap raja sehingga raja pun memberi perintah, Daniel diambil dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel : “Allahmu yang kau sembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”(ay 17b). Dimulut gua diletakkan batu, raja mencap itu dengan cincin materainya dan juga cincin materai pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Setelah pulang ke istana, raja berpuasa dan tidak dapat tidur.
Pagi-pagi bangunlah raja dan buru-buru ke gua singa, ketika ia sampai didekat gua itu, dia berkata kepada Daniel menanyakan aapakah Allah yang disembahnya itu sanggup melepaskannya dari singa-singa itu? Daniel menjawab sang raja dengan berkata bahwa Allah telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga Daniel tidak terluka karena Daniel itu tidak bersalah dihadapan Allah dan tidak bersalah juga dihadapan sang raja. Mendengar hal itu raja bersukacita, ia mengeluarkan perintah supaya ditarik dari dalam gua singa itu. Daniel keluar dari gua dengan tidak luka di tubunyahnya. Raja memerintahkan supaya orang-orang yang menuduh Daniel beserta isteri dan anak-anaknya dilemparkan ke dalam gua singa, belum lagi mereka sampai di dasar gua, singa-singa itu tela menerkam mereka serta meremukkan tulang-tulang mereka.
Sejak itu raja Daniel mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang isinya memerintahkan seluruh orang harus takut dan gentar kepada Allahnya, sebab Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Allah yang melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan dibumi. Allah yang melepaskan Daniel dari cengkraman singa-singa. Daniel mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan Koresh, orang Persia itu.


Daniel 7 : Keempat Binatang dan Anak Manusia
Pada tahun pertama pemerintaan Belsyazar, Daniel bermimpi dan mendapat penglihatan-penglihatan. Dituliskannya mimpi itu, dan garis besarnya adalah : Daniel mendapat penglihatan, tampak keempat angina dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, binatang yang satu berbeda dengan yang lain.
o   Yang pertama, binatang seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; Daniel terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada kedia kaki seperti manusia
o   Yang kedua, binatang seperti beruang, ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada didalam mulutnya diantara giginya.
o   Yang ketiga, binatang seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
o   Yang keempat, binatang yang menakutkan dan mendahsyatkan, ia sangat kuat dan bergigi nesar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya, ia bertanduk sepuluh.
Ketika Daniel memperhatikan tanduk-tanduk itu, tumbuh lagi tanduk lain yang kecil, sehingga tiga tanduk yang sebelumnya tercabut; di tanduk itu ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
Daniel terus meliahat takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; berjuba putih dan rambutnya bersih seperti bulu domba; kursinya-Nya dari nyala api dengan roda dari api yang berkobar-kobar; sungai api mengalir dari hadapan-Nya. Daniel terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api. Kekuasaan bintang-binatang yang lain dicabut, jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. Tampak datang dari langit seorang seperti anak manusia, dia dibawa ke hadapan Yang Lanjut Usianya itu lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja. Daniel terharu karena hal itu, dia pun gelisah juga. Daniel mendekat kepada salah seorang dari mereka.
Maka berkatalah orang itu kepada Daniel dengan maksud ingin memberitahukan makna pengliatan itu, maknanya : Binatang-binatang besar yang empat ekor itu adalah empat raja sesuda itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi menerima pemerintaan dan memegang pemerintaan itu sampai selam-lamanya. Mengenai binatang yang keempat, menunjukkan kerajaan keempat yang berbeda dengan kerajaan yang lainnya, dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injak dan meremukkannya. Ada sepuluh raja, dan merendahkan tiga raja. Ia akan menentang Yang Mahakuasa dan menganiaya orang kudus, ia berusaha mengubah waktu dan hukum. Mereka akan diserahkan kedalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Majelis Pengadilan mencabut kekuasaannya. Pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran akan diberikan kepada orang-orang kudus, pemerintaan mereka akan kekal dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
Karena penglihatan itu, Daniel menjadi gelisah, sehingga ia menjadi pucat dan ia menyimpan hal itu dalam ingatannya.


Daniel 8 : Domba Jantan dan Kambing Jantan
Pada tahun ketiga pemerintahan raja Belsyazar, Daniel mendapatkan penglihatan lagi. Daniel melihat penglihatan, didalam penglihatan itu ketika ia berada di puri Susan, di wilayah Elam, di tepi sungai Ulai. Daniel mengangkat mukanya dan melihat seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; domba itu mempunyai dua tanduk yang tinggi, tetapi dengan tinggi yang berbeda, tanduk yang lebih tinggi adalah tanduk yang terakhir. Domba itu menanduk ke barat, ke utara, dan ke selatan. Tidak ada seekor binatang pun yang mampu menghadapinya, ia berbuat sesuka hatinya dan membesarkan diri.
Yang kedua tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; ia mempunyai satu tanduk yang aneh diantara kedua matanya, ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu hingga tidak berdaya. Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai puncak kuasanya, tanduknya patah, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang ane, sejajar dengan keempat mata angina dari langit.
Dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk yang kecil, yang menjadi sangat besar ke selatan, timur, dan Tanah Permai, bahkan sampai kepada bala tentara langit, bala tentara langit menjatuhkan bintang-bintang ke bumi dan diinjak-injaknya. Bahkan kepada panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambil korban sehari-hari, tempat-Nya yang kudus dirobohkan. Kebenaran dihempaskannya dan apa yang dibuatnya, selalu berhasil.
Seorang kudus berbicara kepada kepada yang berbicara itu : “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat yang kudus yang telah diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?”(lihat ay 13) Maka ia menjawab sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan.
Daniel berusaha untuk memahami penglihatannya, sedang ada seorang yang berdiri didepannya. Dari tengah sungai Daniel mendengar suara manusia yang berseru : “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”(lihat ay 16). Maka datanglah ia kepada Daniel, membuat Daniel terkejut dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepada Daniel bahwa penglihatan itu menceritakan akhir masa, domba jantan dengan kedua tanduknya itu ialah orang Media dan Persia. Sedang kambing jantan yang berbulu kesat itu adalah raja negeri Yunani, dan tanduk yang diantara kedua matanya itu ialah raja yang pertama. Empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang sebelumnya. Pada akhir kerajaan itu, bila ada orang fasik penuh kejahatan maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan pandai menipu, ia mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang yang berkuasa juga akan dibinasakan, umat yang kudus juga ikut dibinasakan. Ia membesarkan dirinya, ia bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia dihancurkan. Penglihatan tentang petang dan pagi menceritakan tentang masa depan yang masih jauh.
Daniel jatuh sakit selama beberapa hari, kemudian ia kembali bangkit dan melakukan pekerjaan/urusan raja, Daniel masih belum memahami arti penglihatannya itu.


Daniel 9 : Doa Daniel
Tahun pertama pemerintahan Darius, Daniel memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yaitu tujuh puluh tahun (70thn). Daniel mengarahkan wajahnya kepada TUHAN Allah untuk berdoa memohon, berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Daniel memohon kepada TUHAN dan mengaku dosanya, dosa-dosa mereka karenamenyimpang dari perintah TUHAN, tidak taat kepada hamab-hamba TUHAN, tidak mendengarkan suara TUHAN yang menyuruh mereka hidup menurut hukum yang diberikan kepada mereka, berlaku fasik. Daniel memohon ampunan dari TUHAN atas segala dosa-dosanya, dan seluruh saudara-saudaranya, dan memohon agar murka dan amarah TUHAN berlalu dari Yerusalem. Daniel juga memohon supaya TUHAN menyinari tempat kudus-Nya yang tela musnah itu dengan wajah-Nya. Dia memohon agar TUHAN melihat kebinasaan mereka dan kota mereka, memohon TUHAN supaya bertindak dengan tidak bertangguh.

Tujuh Puluh Kali Tujuh Masa
Ketika Daniel berdoa, mengaku segala dosa mereka dan bangsanya juga, terbanglah Gabriel dengan sangat cepat ke arahnya, Gabriel mengajari Daniel dan berbicara kepada Daniel. Gabriel datang untuk memberikan akan budi kepadanya supaya Daniel mengerti bahwa : tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas kota dan bangsanya yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
Kata Gabriel kepada Daniel dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi didalam kesulitan. Sesudah masa itu, akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal dia tidak salah apa-apa. Sehingga membuat rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan terus ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. Raja itu membuat perjanjian yang lebih berat lagi bagi banyak orang. Pertengahan tujuh masa itu, ia menghentikan korban sembelihan dan santapan; diatas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.

Daniel 10 : Penglihatan Daniel di Tepi Sungai Tigris
                Tahun ketiga pemerintahan Koresh, suatu firman dinyatakan kepada Daniel, firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Pada waktu itu Daniel berkabung selam tiga minggu penuh, dia tidak memakan makanan yang sedap, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutnya dan tidak beurap selama tiga minggu penuh. Hari kedua puluh empat bulan pertma, ketika ia berada di tepi sungai Tigris, dia mengangkat kepalanya, lalu melihat tampak seorang yang berpakaian lenan dan berikat pinggang emas, tubuhnya seperti Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat, suara ucapannya seperti gaduh banyak orang. Hanya Daniellah yang dapat melihatnya sedangkan orang-orang yang bersama-sama dengannya tidak dapat melihatnya, Daniel tinggal sendiri Karena orang yang bersamanya itu telah lari dan bersembunyi karena ketakutan.
                Ketika Daniel melihat hal itu ia menjadi lemas, pucat, dan tidak ada lagi kekuatannya. Ketika ia mendengar suara ucapan itu, dia menjadi jatuh pingsan tetapi ada suatu tangan yang menyentuhnya dan membuat dia bangun, bertumpu pada lutut dan tangannya. Orang itu mengatakan kepada Daniel bahwa dia diutus kepada Daniel, mendengar hal itu, Daniel pun berdiri tetapi masih gemetar. Orang itu kembali berkata kepada Daniel bahwa ia akan memberitahu makna penglihatan itu kepadanya, yaitu tentang yang akan terjadi pada hari-hari terakhir bangsanya. Mendengar hal itu Daniel menundukkan mukanya ke tana dan ia terkelu. Tetapi orang yang menyerupai manusia itu menyentuh bibirnya, Daniel membuka mulutnya dan mulai berbicara kepada orang yang didepannya itu, Daniel menceritakan bahwa dia menjadi sakit dan tidak memiliki kekuatan karena penglihatan itu. Orang yang menyerupai manusia itupun menyentuh Daniel dan memberikan kepadanya kekuatan, dan kembali berbicara kepada Daniel, dia meminta Daniel supaya jangan takut! Ketika dia berbicara seperti itu Daniel merasa kembali sehat dan dia siap mendengarkan perkataan orang tersebut.
                Orang itu berkata demikian : “Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu, seperti dahulu aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyongkongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.” (ay 20-21 & Daniel 11:1)

Daniel 11 : Raja Negeri Utara dan Raja Negeri Selatan
                Orang yang bersama Daniel itu melanjutkan perkataannya, dia  memberitahukan kepada Daniel sebuah kebenaran. Kebenaran tentang akan munculnya tiga raja lagi di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang lebih besar dari mereka semuanya, jika raja itu menjadi kuat karena kekayaannya, ia akan berusaha keras melawan kerajaan Yunani. Kemudian muncul lagi seorang raja yang gagah dan perkasa yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan melakukan sesukanya. Tetapi baru sebentar dia memerintah, kerajaan itu akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angina dari langit, kerajaan itu jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; kerajaan itu akan runtuh dan menjadi milik orang lain.                        
                Raja negeri Selatan akan menjadi lebih kuat, tetapi ada salah satu dari panglimanya yang jauh lebih kuat lagi, dan orang itulah yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar. Beberapa tahun kemudian keduanya akan bersekutu : puteri raja negeri Selatan akan datang kepada raja negeri Utara untuk mengadakan perjanjian. Tetapi puteri itu tidak berhasil, maka ia, orang-orang yang mengantarnya, anaknya, dan suaminya diserahkan. Pada waktu itu juga akan ada yang menggantikan puteri, orang yang menggantikan puteri itulah yang akan bergerak dan melawan tentara raja negeri Utara dengan memasuki kota bentengnya, ia yang akan bertindak dan berkuasa. Para dewa dan patung-patung tuangan mereka dan barang-barang yang berharga dari perak dan emas akan diangkut ke Mesir sebagai jarahan, ia akan berhenti melawan raja negeri Utara setelah beberapa tahun lamanya. Kemudian raja negeri Utara itu akan memasuki kerajaan negeri Selatan, tetapi belum lama mereka kembali lagi ke negerinya sendiri.
                Anak-anaknya akan berperang dan akan mengerahkan tentara-tentara yang besar, lalu seorang daei mereka akan bergerak maju melawan dia, menggenangi dan meliputi semuanya pada serbuan yang kedua kalinya hingga ia sampai ke benteng musuh. Raja negeri Selatan menjadi geram mereka maju dan berperang melawan raja negeri Utara, setelah tentara besar itu dihancurkan, hatinya pun senang. Untuk kedua kalinya raja negeri Utara mengerahkan kembali tentara-tentaranya yang lebih besar dari sebelumnya, dan beberapa tahun kemudian raja itu bergerak maju dan melawan, mereka membawa perlengkapan perang yang sangat banyak. Pada waktu itu banyak orang yang melawan raja negeri Selatan, bahkan orang-orang dari bangsa Daniel pun ikut melawan, tetapi mereka semua akan tergelincir.
                Raja negeri Utara akan datang, mendirikan kubu pengepungan dan merebut kota yang berbenteng sehingga tentara dan pasukan-pasukan pilihan di negeri Selatan tidak dapat bertahan lagi, maka raja negeri Selatanlah yang menyerang mereka dan berbuat sekehendak hati, tidak ada yang bertahan menghadapinya, ia pun berhasil menduduki Tanah Permai dan seluruhnya akan menjadi kekuasaannya. Raja  itu berusaha untuk menguasai seluruh kerajaan orang lain, ia mengadakan perjanjian, diberikan puterinya kepada dia dengan maksud untuk menghancurkan kerajaan itu, tetapi usahanya tidak berhasil dan tidak menguntungkan. Ia memalingkan wajanya ke tanah-tanah pesisir dan banyak orang yang direbutnya, tetapi akan ada seorang panglima yang menghentikannya, bahkan ada yang menghinanya kembali. Ia memalingkan wajahnya ke kota-kota benteng di negerinya sendiri; tetapi ia akan tergelincir, dan tidak ditemukan lagi.
                Sebagai penggantinya akan muncul seorang yang menyuruh seorang pemungut pajak menjalani bagian yang terindah dari kerajaan itu, baru beberapa hari orang itu dibinasakan, bukan oleh kemarahan atau peperangan.
                Menggantikannya akan muncul seorang yang hina, yang tidak memperoleh martabat raja, tetapi ia datang merebut kedudukan raja melalui perbuatan-perbuatannya yang licin. Semua tentara yang datang melanda akan dihanyutkan dan dihancurkan, bahkan juga seorang raja Perjanjian. Saat diadakan persekutuan dengan dia, ia akan berlaku curang, ia akan maju serta menjadi orang yang berkuasa. Ia akan memasuki daerah-daerah yang palin subur dari negeri itu, melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh para nenek moyangnya yaitu menghamburkan rampasan dan jarahan dan harta diantara orang-orangnya; ia membuat siasat terhadap tempat-tempat yang berbenteng, tetapi hanya untuk sementara waktu. Dengan kekuatan dan keberaniannya ia melwan raja negeri Selatan dengan membawa tentara yang besar, walaupun raja negeri Selatan itu bersiap untuk berperang dengan tentara yang amat besar dan kuat. Raja negeri Selatan tidak dapat bertahan Karena adanya siasat yang dirancang olehnya. Orang-orang yang makan santapannya akan meruntuhkannya, tentaranya akan hanyut dan banyak orang yang tewas dibunuh.
                Kedua raja itu bermaksud jahat, ketika mereka duduk bersama pada satu meja, mereka akan saling membohongi, tetapi hal itu tidak berhasil, sebab akhir zaman belum mencapai waktu yang ditetapkan. Ia akan pulang ke negerinya, hatinya tetap bermaksud untuk menentang Perjanjian Kudus, dan itu dilakukan, lalu ia pulang ke negerinya sendiri.
                Pada waktu yang telah ditetapkan ia akan memasuki negeri Selatan, tetapi akan datang kapal-kapal orang Kitim melawan dia, sehingga ia menjadi takut. Ia pulang ke negerinya dengan menyimpan dendam terhadap Perjanjian Kudus, setelah pulang kembali ia akan menunjukkan perhatiannya kepada mereka yang meninggalkan Perjanjian Kudus. Tentaranya akan muncul, mereka menajiskan tempat kudus, menghapuskan koraban sehari-hari dan  menegakkan kekejian yang membinasakan. Orang-orang yang berlaku fasik terhadap perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat Allah akan tetap kuat dan bertindak. Orang-orang bijaksana diantara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka jatuh oleh Karena ditawan dan dirampas. Saat mereka jatuh, mereka mendapatkan pertolongan sehingga banyak orang yang menggabungkan diri kepada mereka secara pura-pura. Sebagian orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan begitu akan diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian sampai akhir zaman nanti.
                Sang raja akan berbuat sesuka hatinya, ia menyombongkan dirinya teradap setiap allah, dan kepada siapapun. Bahkan kepada Allah yang mengatasi segala allah ia mengucapkan kata-kata yang kasar, ia akan beruntung sampai akhir murka itu; tetapi ia menghormati dewa benteng, dewa yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya.          Ia akan bertindak terhadap benteng-benteng yang diperkuat dengan pertolongan dewa asing itu. Siapa yang ikut menghormati dewa itu maka akan dilimpahi kehormatan olehnya, mereka dapat berkuasa atas banyak orang.
                Pada akhir zaman nanti raja negeri Selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara akan ikut menyerbunya; dan ia akan  memasuki negeri-negeri dan meliputi semuanya seperti air bah. Tanah Permai juga akan dimasukinya dan akan banyak orang yang jatuh; tetapi tanah Edom Tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon akan luput dari tangannya. Ia akan menguasai harta benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri Mesir, dan orang Libua serta orang Etiopia juga turut mengikutinya. Kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkannya, sehingga ia akan keluar dengan hati yang marah dan geram untuk memusnahkan banyak orang. Ia akan mendirikan kema kebesarannya diantara laut dan gunung Permai yang kudus itu, tetapi ia akan meninggal dan tidak ada yang menolongnya.


Daniel 12 : Akhir Zaman
       Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi bangsa-bangsa Daniel, dan aka nada suatu waktu kesesakan yang besar. Tetapi pada saat itu bangsanya akan terluput, yaitu bagi siapa yang namanya ada tertulis di dalam Kitab itu. Banyak diantara orang-orang yang telah meninggal akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian lagi untuk mengalami kehinaan dan kengeriaan yang kekal. Orang-orang yang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menunutun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
                Orang yang menyerupai manusia yang berbicara kepada Daniel itupun menyuruh Daniel supaya menyembunyikan segala firman dan memateraikannya di Kitab sampai pada akhir zaman, karena akan banyak yang menyeledikinya.
                Kemudian Daniel melihat tampak dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain ditepi sungai sebelah sana. Dan yang seorang bertanya kepada orang yang berpakaian lenan itu, ia bertanya kapan hal-hal yang ajaib itu akan berakir? Orang yang berpakaian lenan itu bersumpah demi Allah yang hidup kekal sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit  dia berkata : “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”(lihat ay 7)
                Daniel yang mendengar semuanya itu masih tidak memahaminya, maka ia bertanya : “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?” Orang itupun menjawab Daniel dengan berkata  : “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termaterai sampai akhir zaman. Banyak orang yang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang yang berlaku fasik akan berlaku fasik. Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejiaan yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan Sembilan puluh hari. Berbahagialah orang yang tetap menanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”

1 komentar: